Dunia ini memang beragam, masbro. Sama sekali gak bisa kita pungkiri. Dan hanya orang alay yang tidak bisa menghargai perbedaan. Percuma aja segala macam bacaan, nasihat, lagu, sindiran, video, film dan segala bentuk usaha yang dilakukan oleh 'orang-orang waras' untuk memberikan kesadaran bagi kita bahwa perbedaan adalah anugerah, kalau diri kita sendiri masih terjerumus dalam pemikiran-pemikiran katrok di era yang seharusnya udah gak zaman lah sama yang begitu-begituan.
Persatuan.
Apakah kita betul-betul menginginkannya? Kepada orang-orang yang mengaku nasionalis di luar sana, kepada orang-orang yang mengaku cinta kebenaran. Kepada orang-orang yang merasa benar.
Persatuan itu bukannya bersama-sama menggalang kekuatan untuk menjatuhkan sesuatu di luar golongan. Persatuan itu bukannya mengumpulkan orang-orang yang berprinsip satu suara dan menewaskan prinsip-prinsip lainnya. Tapi persatuan itu...
- Harusnya anda tau.
- Harusnya anda paham.
Well, semuanya balik lagi ke diri kita masing-masing, masbro! Dan yang namanya persatuan, selalu ada kaitannya dengan HAM. Yang menjadi tolak ukur adalah apakah kita sudah bisa menghargai hak-hak orang lain sebagai/secara individu? Kalau enggak, sampai kapan pun gue pikir bakalan sulit terwujudnya persatuan yang katanya kita dambakan itu.
***
Baik, tulisannya di atas sebenarnya cuma basa-basi aja. Hidup ini emang penuh dengan basa-basi, kan? Sebenernya tuh gue cuma mau curhat kalau gue sedih. Sedih deh, beberapa bulan ini jarang banget tatap muka dan ngobrol sama orang tua. Kalau gue pulang sekolah, rumah sepi dan bokap-nyokap hampir setiap hari pulang malem banget, karena nyokap ngelanjutin S3 dan kuliah sampai jam 21.00, terus bokap biasanya pulang kantor jemput nyokap dulu, alhasil mereka barengan deh selalu pulang malam gak kurang dari jam 22.00. Gue udah tidur. Besok paginya, gue mau berangkat sekolah eh mereka masih tidur karena kecapekan, bahkan ongkos sekolah gue aja udah di taro di meja kerja, jadinya gue gak ada tegur sedikitpun, mau pamit juga mereka masih tidur. HAH! Zaman kian berubah.Weekend? Sabtunya gue ada les dan Minggu-nya, kita sama-sama tidur seharian.
Terus tadi tiba-tiba Alim ketuk pintu kamar:
Alim: "Kak, aku mau ngomong"
Ocky: "Apaan?"
Alim: "Emangnya nanti kak Ocky pas kuliah gak tinggal di Jakarta? Gak tinggal sama aku lagi?"
Ocky: "Tau darimana lu, anak kecil sok-sokan tau."
Alim: "Dari kak Tata."
Ocky: "Belom tau. Tapi kayaknya iya. Kenapa?"
Alim: *raut muka berubah sedih* "Jangan dong, kak. Nanti Alim gimana? Sama siapa? gak enak dong... Kenapa sih gak disini aja? Kenapa gak kuliah di Jakarta? Jangan pergi..."
Shit. Terharu gue, man. Anak kunyuk itu bisa romantis juga ternyata :')

6 unknow lifeform:
bener banget.... padahal perbedaan itu kan indah... :))
duuuh si kecil juga ngrasa sepi
semoga bonyok bisa lebih banyakj dirumah
Wah...adek lo unyu juga tuh.
Ternyata si dia sayang lo juga ya, kakak yang sebenernya suka jahatin adeknya, ahahaha... :))
So sweeeet deh :D
hahahaha kerasukan iblis mana tuh adek lo sampe bilang kaya gitu
hahahaha :p
Itu intro basa-basi lo panjang banget. gue sempet punay pikiran kayanya tulisan lo bakal menyimpang deh dari judul. eh ternyata cuma basa-basi. ngik.
bener, harusnya kita bangga dan besyukur akan perbedaan bukannya menolak
sabar ya,...kan kakanya kuliah buat ngebahagian keluarga carai ilmu dulu.
Poskan Komentar